Surga bukan untuk pendengki



Diambil dari Musnad Imam Ahmad :
Imam Ahmad --rahimahullah- berkata di kitab Musnad (12720):

Telah menceritakan kepada kami 'Abd ar-Razaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari az-Zuhri, dia berkata: telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik --radhiyallahu 'anhu, dia berkata:

Kami pernah duduk bersama Rasulullah --shallallahu 'alaihi wa sallam- lalu beliau bersabda, "Sebentar lagi akan datang (ke hadapan kalian) seorang lelaki dari kalangan penghuni surga," lalu muncullah seorang lelaki dari kalangan Anshar dengan janggut yang masih basah dengan air wudu sambil menjinjing kedua sandal di tangan kirinya. Pada keesokan harinya, Nabi --shallallahu 'alaihi wa sallam- berkata seperti itu lagi, lalu lelaki Anshar itu muncul lagi ke hadapan kami seperti kemarin. Pada hari ketiga, lagi-lagi Nabi --shallallahu 'alaihi wa sallam- berkata seperti itu lalu lewatlah lelaki Anshar itu dengan keadaan seperti kemarin. Setelah Nabi --shallallahu 'alaihi wa sallam- beranjak dari majelis, 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash mengikuti lelaki Anshar itu lalu berkata kepadanya, "Aku bertengkar dengan ayahku lalu aku bersumpah tidak akan menemuinya selama tiga hari. Jika kau tak keberatan, aku akan menginap di rumahmu sampai sumpahku terpenuhi." Lelaki Anshar itu menjawab, "Iya, boleh." 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash pun menuturkan bahwa dirinya bermalam bersama lelaki Anshar itu hingga hari ketiga, namun tak sekali pun dia melihat lelaki Anshar itu melakukan shalat malam. Hanya saja jika lelaki Anshar itu terjaga dan berbalik di tempat tidurnya, dia pun berzikir dan bertakbir kepada Allah 'Azza wa Jalla hingga datang waktu shalat subuh.

'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash berkata:

Hanya saja aku sama sekali tidak mendengarnya berbicara kecuali ucapan yang baik. Setelah berlalu tiga hari, dan hampir-hampir kuremehkan amalnya, aku berkata, "Wahai hamba Allah, sesunguhnya tidaklah antara aku dan ayahku terjadi pertengkaran dan tidak pula penghindaran. Hanya saja aku mendengar Rasulullah --shallallahu 'alaihi wa sallam- berkata tentangmu sampai tiga kali (bahwa) sebentar lagi akan datang (ke hadapan kalian) seorang lelaki dari kalangan penghuni surga, lalu muncullah kamu selama tiga kali sehingga aku ingin bermalam di tempatmu untuk melihat amal yang kaulakukan agar bisa kutiru. Akan tetapi aku tak melihatmu melakukan banyak amal. Sebetulnya apa sih yang kaulakukan sampai Rasulullah --shallallahu 'alaihi wa sallam- berkata seperti itu?" Lelaki Anshar itu menjawab, "Tidak ada selain yang kaulihat." Tatkala aku pergi meninggalkannya, lelaki Anshar itu memanggilku dan berkata, "Tidak ada selain yang kaulihat. Hanya saja tidak kudapati dalam jiwaku perasaan iri terhadap seorang pun dari kaum muslimin dan tidak pula perasaan dengki terhadap siapa pun atas kebaikan yang Allah berikan kepadanya."

'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash berkata, "Inilah hal yang menyampaikanmu (kepada hal yang dikatakan Rasulullah --shallallahu 'alaihi wa sallam), dan itu merupakan hal yang tak mampu kami capai."

Para ulama telah berbeda pendapat mengenai kesahihan hadits ini, sebagian mensahihkannya dan sebagian lain melemahkannya. Bukan satu ulama saja dari kalangan kritikus hadits yang menguatkan hadits ini, sedangkan para ulama ahli 'ilal melemahkannya dan menyatakan munqathi'.

Yang pasti kita bisa memetik pelajaran dari kisah ini, semoga kita bisa terlindung dari penyakit iri dan dengki.

Bersama Ust. Mafrur Ibnu Sobar 

please subscribe http://youtube.com/alkwangju
No comments :

No comments :

Post a Comment